![]() |
| Photo credit: weheartit.com |
Kamu memilih mencintai lewat kata
Meski terlihat nyata
Namanya tak pernah lupa
Kau sisipkan didalam doa
Kamu mencintainya
Meski bertabur luka
Senyumnya seolah pertanda
Jika semua akan baik baik saja
Kamu didekatnya
Meski sesak didada
Peluknya seolah berkata
Bahwa aku dan kamu bukan kita
Untuk perempuan yang terluka,
Yang hatinya seluas samudera
Sudah memberi tanda
Namun tak juga peka
Untuk perempuan,
Yang sudah lelah jiwanya
Sudah lepaskan saja
Agar tercipta tawa
Agar tak ada lagi yang bermuka dua
Semarang, 2016
Bung, hati wanita tak bisa dibeli dengan harta
![]() |
| Photo credit : weheartit.com |
Jadi,
Bagaimana kabarmu?
Apakah dirimu baik baik saja?
Diantara banyak manusia,
Kenapa harus dirimu yang terlintas dalam kepala
Aku masih ingat jelas,
Kau membuangku secara cuma cuma
Diantara banyak cara,
Kau mengusirku secara kejam
Tapi beberapa bait disana,
Hanyalah sebuah kata
Pada nyata-nya,
Aku tetap ingat jelas wajahmu,
Duduk diseberang meja pada malam itu
Menegurku yang asik dengan telepon genggam
Tunggu, apa kau akan membaca ini?
Aku masih tetap bertanya tanya,
Apakah dirimu disana baik baik saja?
Aku sudah memang tak berharap banyak
Kata orang teknologi sudah canggih pun tak membantu
Atau memang aku tak mau tau
Aku tak bilang rindu,
Apalagi ingin bertemu
Aku beruntung mengenalmu,
Kau mengenalkan ku pada banyak hal baru,
Terima kasih
Sudah menjadi kenangan, meski tak berujung manis
Kau pantas bahagia,
Jadi berbahagialah
Jujur saja, aku tak pernah bisa membencimu
#SuratCintaHariKe20 : Surat Cinta untuk Ed
By Claudia Tasya - February 20, 2016
Si Jurnalis
Empat hari kulalui tanpanya,
dan keesokannya menjadi lima.
Tak pernah kuberhenti memikirkannya,
tiap menit jumlahnya berkali dua.
Hembusan napasku tak teratur,
karena hatiku terlalu gundah,
bahkan terlalu cepat.
Jarak kita berjauhan,
tapi aku harap kita bertemu lagi.
Diambil dari buku Way Points - Penunjuk Jalan - Edwin Lim
Penghitung dan Penulis, halaman dua puluh.
Buku ini pertama kali diberikan kepadaku pada tanggal empat belas Februari tahun lalu.
Pada saat pertama kali pula pertemuan kita,
Aku masih mengingatnya rasa debaran yang terasa,
Melihatmu dari ujung gang jalan waktu itu,
Tak ku sangka tinggimu begitu menjulang, atau aku yang memang pendek
Lalu kau mampir dulu masuk ke dalam rumah,
Bukan rumahku tepatnya, rumah saudara ku
Saat itu aku ingin buru buru keluar dari rumah,
Karena malu sekali.
Lalu kita mulai dari makan di salah satu restoran cepat saji (yang jual ayam saus keju hehe)
Aku tak berani menatap matanya, malu sekali rasanya.
Meski sudah mengenal lebih dahulu lewat media sosial, tetap saja.
Aku tak bisa mengambarkan bagaimana perasaanku saat itu,
Perasaan seperti akhirnya, akhirnya, akhirnya.
Berkumpul menjadi satu
Meski ini sudah lewat enam hari,
Tapi aku masih mengingat pertemuan pertama kita,
Setahun yang lalu,
Bolehkah aku menyebutnya kencan?
Dan sekarang aku rindu sekali,
Rindu rindu rindu sekaliiiii
Aku bukan tak ingin bertemu denganmu,
namun kita sama sama sibuk bukan?
Suatu kali aku pernah membayangkan jika jarak bukan masalah kita,
Apa kita masih seperti ini sekarang?
Bukan, bukan aku tak percaya padamu, pada hubungan ini
Jawab saja pertanyaanku tanpa tanya mengapa,
Apa kau benar benar mencintaiku? Setulus hatimu?
Jika sudah baca ini, cepat cepat beri jawaban kepadaku.
Aku tidak pernah meragukan-mu, kau tau itu.
Banyak hal yang membuat aku bangga padamu,
Justru aku yang merasa sangat kecil.
Surat Cinta ini ku tujukan kepadamu, agar kau tau betapa aku sangat mencintaimu.
Aku sangat percaya padamu, tak peduli jarak.
Aku tak pernah berfikir buruk tentang mu disana,
Aku hanya takut,
Bagaiman jika akhirnya kau tak pernah memilihku?
It doesn't matter where I am. I'm yours.
Tulisan ini dibuat setelah makan malam dan setelah minum obat batuk yang menyebabkan ngantuk. Intinya ini ditulis sambil agak ngantuk gitu..
Nggak kerasa banget udah 2016 aja, perasaan kemarin baru dikabarin akhir 2012 kiamat gitu, iya nggak? Pasti ngerasa cepet banget, tahun baru terus tiba tiba aja ngerasa udah akhir tahun aja, gitu aja tiap tahun..
Sebenernya yang kerasa itu tiap harinya, kadang ngerasa sehari capek banget, sehari seneng banget, sehari nggak kerasa waktunya, nah itu sehari nya kalo dikumpulin udah setahun aja kan?
Balik lagi ke 2016 ini,
Kalo tahun baru pasti pertanyaan nya sama, apa yang mau dicapai, apa mimpi baru nya, pasti flashback ke tahun sebelumnya untuk bisa tau apa saja yang belum tercapai, apa saja yang sudah.
Ini sebenarnya masalah biasa yang tidak bisa dianggap sepele, iyalah menyangkut hidup seseorang gimana mau sepele?
Maksudnya rencana setahun itu yang menentukan seorang pribadi untuk melakukan hal-hal yang menurut mereka memang sudah harus dicapai, sudah harus dilakukan.
Saya berusia 20 tahun (mau 21), dari tahun ke tahun saya merasakan transisi, dari seorang siswi sma menjadi karyawati sebuah perusahaan, dari pindah ke perusahaan baru, hingga menjadi seorang mahasiswi tahun lalu (sekarang masih). Itu seperti saya mendapatkan hal baru setiap tahun. Ada yang saya pelajari, mulai dari lingkungan hingga ilmu itu sendiri. Yang ingin saya tanyakan ke diri saya, sama seperti anda, apa lagi tujuan saya untuk tahun baru ini, apa yang saya harus capai. Terkadang saya memikirkan hal tersebut dari usia. Saya sekarang sudah 20 tahun, bukan lagi anak sma, seseorang yang sudah memiliki penghasilan sendiri, sudah seharusnya tau dunia luar lebih luas lagi.
Saya punya mimpi, tentu saja. Dari dulu saya memiliki mimpi ingin menulis sebuah buku, saya penggemar novel romance, fiksi, dari sana imajinasi saya berkembang, emosi saya, banyak sekali novel yang sudah saya baca. Hal lainnya, saya juga suka membaca, dari mulai novel, non fiksi seperti biografi, hingga berita-berita politik. Hal-hal yang sangat menarik, selain memberikan pengetahuan, saya menjadi semakin berani memberikan kritik, saya dapat mengeluarkan opini, saya tidak pernah menutup rasa penasaran saya terhadap sesuatu yang baru, sesuatu yang dapat dipelajari, hingga nanti saya bisa menceritakan pada orang lain, saya suka berbagi ilmu.
Saya sudah terlalu banyak menceritakan diri sendiri, ini berlebihan.
Jadi 2016, yang menurut saya semua orang juga harus mencapainya ada beberapa hal.
Pertama, harus hidup lebih sehat, saya belum bisa melakukan ini juga tahun kemarin, mulai dari olahraga yang malas bukan main, hingga makan yang sangat tidak teratur. Jika ingin semua yang dicapai tercapai, ya sehat dulu. Percaya, kalo sehat mau susah kayak apa yang dicapai pasti bisa, Iya kan?
Kedua, harus lebih save money, ini juga saya belum bisa, perilaku orang indonesia pada umumnya adalah komsumtif, oke saya memang salah satunya, mudah sekali tergoda dengan barang barang lucu yang dilihat. Jadi salah satu yang memang saya hindari justru gajian, takut kalap. Jadi mari save money dengan macam macam cara, kalo nabung dirumah tapi celengan atau tabungan nya bisa dibuka tutup, alamat tetep habis itu. Kalo atm juga, kalo kita yang megang sama aja itu bisa ambil kapan aja. Jadi bisa lewat investasi, emas misal, yakali mau bayar bayarnya pake emas, nggak bisa kan nah. Banyak kok contoh contoh investasi yang menguntungkan. Percaya, nanti untungnya juga buat diri sendiri.
Lalu apa?
Ketiga, harus lebih baik, saya percaya pada jika kita berbuat baik, yang akan kita terima hal baik juga. Saya mungkin juga secara sadar memperlakukan seseorang dengan tidak baik, ketus misal. Itu kan tindakan yang menyakiti seseorang lewat kata kata harusnya kan bisa lebih baik menjawabnya. Jika dilihat tidak sedikit kasus pembunuhan atau kriminal yang diakibatkan hal-hal sepele seperti dendam pribadi, cemburu, dll. Jika kita berbuat baik, orang yang mau melakukan itu juga nggak jadi. Iya nggak sih?
Keempat, lebih banyak waktu untuk orang-orang berharga, ini pasti keluarga, yang kerja tiap minggu terus sabtu minggu nya juga main, ini kapan buat orang rumah. Kalo yang suka nya jalan jalan kalo cuma dua hari gapapa, lah kalo 3 bulan? Ini gimana waktu sama keluarganya. Saya kira kita harus lebih banyak meluangkan waktu untuk keluarga, pacar, sahabat, karena jika diperlakukan demikian saya akan merasa berharga.
Kelima, melakukan hal baru, banyak sekali hal di dunia ini yang belum kita ketahui, meskipun teknologi sudah semakin canggih, informasi bisa didapat dengan mudah. Hal baru disini bisa saja diluar comfort zone atau masih dalam lingkupnya, apapun resiko nya, pasti menyenangkan bila sudah berani mencoba nya, setidaknya ketika ada yang ingin melakukan nya, saya bisa berkata dulu saya pernah coba dan menceritakan-nya. Saya selangkah lebih maju daripada dia. Benar nggak sih?
Inginnya hanya lima, namun saya akan memberitahukan sedikit
Sedikit gadget, lebih ke tradisional seperti berkumpul, berdiskusi, ini masih menyenangkan.
Sedikit minuman beraneka ragam (coba aja ke supermarket dan lihat kulkas nya (eh?) ), banyakin minum air putih.
Cukup tidur, banyakin olahraga.
Kurangin medsos, banyakin kumpul. Kalo keseringan internet, kesenengan provider, harga dinaikin terus tetep aja laku.
Kurangin radiasi, banyakin tanaman hijau, ramah lingkungan atau seperti itu lah.
Sudah sampai situ dulu aja, kalo ada yang mau ditambahin boleh comment dibawah hehe
Semoga tahun 2016 berjalan dengan baik ya, nggak ada yang aneh aneh, Amin!
Bahagia itu bukan dicari, tapi diciptakan.
In the blink of an eye
Just a whisper of smoke
You could lose everything
The truth is you never know
So I'll kiss you longer baby
Any chance that I get
I'll make the most of the minutes and love with no regrets
Let's take our time
To say what we want
Use what we got
Before it's all gone
'Cause no, we're not promised tomorrow
So I'm gonna love you
Like I'm gonna lose you
I'm gonna hold you
Like I'm saying goodbye wherever we're standing
I won't take you for granted 'cause we'll never know when
When we'll run out of time so I'm gonna love you
Like I'm gonna lose you
I'm gonna love you like I'm gonna lose you
Lyrics Song : Meghan Trainor like I'm Gonna Lose You
Happy 367 Days Ed!
Just a whisper of smoke
You could lose everything
The truth is you never know
So I'll kiss you longer baby
Any chance that I get
I'll make the most of the minutes and love with no regrets
Let's take our time
To say what we want
Use what we got
Before it's all gone
'Cause no, we're not promised tomorrow
So I'm gonna love you
Like I'm gonna lose you
I'm gonna hold you
Like I'm saying goodbye wherever we're standing
I won't take you for granted 'cause we'll never know when
When we'll run out of time so I'm gonna love you
Like I'm gonna lose you
I'm gonna love you like I'm gonna lose you
Lyrics Song : Meghan Trainor like I'm Gonna Lose You
Happy 367 Days Ed!
So I'm gonna love you like I'm gonna lose you
Tiba tiba aja gitu pengen nulis..
Yang baca tulisan ini pasti udah berumur, maksudnya kan udah bisa baca, bisa buka google atau internet sampai ketemu apa yang dicari.
Jadi gini, pernah nggak sih merasa bosan?
Kalau dulu kecil walaupun sadar juga, tapi kan kita masih diarahkan sama orang tua, belum tau mana yang salah mana yang bener, masih diajarkan ini itu, iya nggak?
Tapi setelah beranjak remaja, hal yang dilakukan itu sekolah. Dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas atau kejurusan. Tiap hari ke sekolah, pulang kalo nggak main, nongkrong, tidur siang, ngerjain tugas, atau ikut ekskul. Total berapa 12 tahun kan? Itu sekolah nya 12 tahun. Habis itu, yang sma kuliah, yang smk ada yang kuliah ada yang langsung kerja. Kuliah nya berapa tahun? Kalo nggak ngaret ya 4 tahun kan?. Jadinya 16 tahun. Kebayang kan. Lama banget. Terus keluar keluar masuk berita jadi tersangka pembunuhan haha. Terus itu sekolah bertahun tahun nya ngapain? Bersihin sekolah?.
Itu nanti aja ya dibahas masalah kriminalitas, pembunuhan atau sejenisnya.
Setelah kuliah, kerja kan? Kalo dapat. Ini pernah denger juga waktu mau masuk kuliah ada pembicara atau motivator lupa namanya, kasih tau kalo kuliah jangan cuma masuk kelas, belajar terus kerjain tugas. Jangan. Maksudnya, diasah kemampuan soft skill nya. Nggak bisa jelasin soft skill lebih detail, cari aja di google ya hehe. Intinya cari kerja itu susah, apalagi ditambah ekonomi yang sekarang beli apa apa mahal kan. Kalo nggak ada penghasilan yang masuk, coba dibayangin.
Lalu bahas masalah bosan.
Pernah nggak sih yang udah kerja gitu merasa bosan? Setiap hari masuk kerja, duduk aja dikantor, pulang kantor, tiap bulan tunggu gajian, terus balik lagi dari awal. Bosan nggak sih?
Pernah mikir kayak gini, kalo bosan ya cari sesuatu yang baru. Ini yang baru apa nya, kerjaan-nya? Atau bidang yang lain nya? Atau gimana?
Saya berfikir nya, memiliki sesuatu yang baru itu diluar kerjaan. Misal cari kegiatan baru yang kalo bisa menghasilkan juga, mencoba atau memulai usaha sendiri. Emang butuh modal usaha itu, butuh mikir, butuh inovasi, ide-ide nya, target pasar nya. Ini menarik kalo buat saya.
Jadi kalo ada yang lagi bosan, terus baca ini mulai berfikir ke depan, usaha apa yang bagus untuk investasi. Kan untung nya kita juga yang dapet.
Ini cuma tiba tiba aja muncul ide-nya nulis ini. Sorry kalo kata katanya berantakan. Have a great day
Ketawa itu ternyata menular. Banyak-banyak dekat-dekat sama orang yang sering ketawa. Biar ketularan bahagia. - @tulusm
Nikah muda? Banyak banget temen yang tiba tiba aja udah nikah. Ada juga yang kalo ditanyain abis lulus kuliah mau ngapain? Jawaban nya mau nikah. Lah bukan nya kerja dulu ya?
Nah ini juga yang ada dipikiran kalo lihat begitu, yakin itu besok bisa makan?
Tapi emang nggak bisa ngelarang sih, siapa situ kan ya haha
Maksudnya emang semua orang ketika sudah memutuskan sesuatu, saat itu orang tersebut sudah membuat sebuah pilihan. Pilihan untuk dirinya sendiri kan. Jadi sebelum bilang iya, enggak, itu kan sebelum nya ditanya dulu kan? Nah
Balik lagi ke nikah muda itu ya
Ini pemikiran sendiri ya,
Pertama kan itu butuh biaya banyak, ya kecuali kalo emang cuma mau nikahan buat berdua aja, tapi kan pasti sama orang tua, keluarga besar. Masa mau nggak pake gaun atau kebaya gitu. Tapi semua orang maksudnya semua wanita memiliki pernikahan idaman eh iya nggak sih? Haha
Gaun sekarang nggak murah sumpah haha, temen baru aja married, sewa aja minimal 3jt - 12jt, belum make up nya, jas cowoknya, pakaian orang tua. Mungkin ikut paketan aja kali ya, tapi itu juga minimal berapa 5 jt? Nggak tau juga haha. Nggak mau repot mau pake eo (event organizer) ini juga nggak murah, temen ditawarin 9 jt. Belum gedung nya, oke nggak usah pake gedung ya gpp. Nggak mungkin nggak syukuran dong habis punya acara kan. Jadi ya gitu. Butuh-nya banyak - biaya-nya juga banyak.
Kedua, nah habis nikah itu paling utama mikirnya tempat tinggal kan? Sekarang nggak murah kan rumah? Bisa dicicil aja nggak murah, kalo 300rb sebulan itu bukan cicilan rumah, cicilan hp itu. Apasih ini garing haha
Balik lagi, mau tinggal bareng orang tua? Ya kalo anaknya cuma 1, lah kalo 5? Nggak sumpek itu rumahnya. Kalaupun mau kontrak atau kos (adakan ya kos keluarga gitu) itu nggak murah. Ambil contoh aja ada temen yg kontrak agak jauh dari kota dapet rumah gede 12 jt-an gitu per tahun, minimal 2 tahun. Itu jadi 24 jt kan. Baru tempat tinggal itu, kontrak lagi. Nah waktu kontrak itu sisihin uang buat ambil rumah, dp nya dulu lah minimal. Masa mau terus terusan kontrak? Kan capek
Ketiga, Apalagi ya? Setelah nikah udah tinggal juga, kehidupan sehari hari nya? Iya nggak? Maksudnya disini, habis itu kan tinggal berdua, nggak tau sih kebutuhan nya apa aja. Mungkin ya makan, sama keperluan rumah tangga yang nggak sedikit kan. Belum lagi misal iuran keamanaan tiap bulan nya, listrik, air, dll. Kalo nggak pake iuran keamanaan gitu ya bisa, tapi tinggal nya dipulau terpencil sana haha
Keempat, semua orang nikah pasti pengen punya baby kan? Ada juga yang emang nunda tapi akhirnya pengen juga kan. Nah kalo yg nggak nunda bisa aja langsung dikasi baby. Misal aja Nikah bulan april, juni udah positif terus lahiran nya kapan? Tolong itungin haha
Sekitar februari kalo nggak salah, ini yg bikin tulisan nggak tau juga belum pernah nikah sama punya anak jadi nggak tau beginian haha. Itu belum ada setahun nikah kan, kebutuhan bayi itu nggak sedikit coba kapan ya iseng iseng lihat harga susu bayi yg paling murah aja. Ya kali tega bayi yg udah dirawat dikandungan 9 bulan dikasi asupan penuh gizi, kalo keluar dikasi susu paling murah. Anggep aja harganya 100rb, ini juga dari cerita temen, dulu anaknya waktu bayi 10 kaleng sebulan, Dia juga bilang kalo tiap gajian habis cuma buat beli susu, mampus haha. Sejuta itu cuma buat susu, belum baju, mau dikasi singlet aja? Yang gede aja kadang masuk angin, gimana bayi kan. Popok nya, ini nggak tau harga nya, tapi yg pasti banyak kan. Itu kenapa orang suka cari diskonan dibagian popok dulu. Lihat mahalnya sama banyaknya bikin gigit jari iya nggak?. Intinya bayi itu kebutuhan nya nggak bisa ditawar, harganya bisa, bayinya nggak bisa. Kalo cocoknya sama yg paling mahal yauda ikutin aja. Jadi ya gitu haha
Kelima, ini mikir jauhnya sih. Tadi yg keempat itu kan bayi kalo satu ya. Kebayang kalo 5 kan haha. Ini juga nggak kalah penting, biaya sekolah. Ini yg lagi baca aja, coba diitung biaya sekolah nya yg barusan aja kelar. Udah mahal kan? Nah coba dibayangin juga anaknya gede tahun berapa. Kalo dulu waktu sma, uang sekolah nya tiap tahun naik kan. Jadi pemikiran semakin lama biaya sekolah itu mahal nggak salah juga. Jadi kalo mau punya banyak anak, siapin dulu biayanya sampe minimal sma lah. Nah itu baru
Udah sampe lima aja haha
Intinya, nikah itu nggak sesederhana punya temen hidup, tiap bangun tidur ada doi disebelah, mungkin sex (ada juga kan yg pengen nikah karena ini), udah kelamaan pacaran, banyak lagi lah
Pikirin sebelum nikah itu selain biaya nikah-nya, setelah nikahnya. Nggak salah kok kalo pikir panjang.
Kalo udah mau ngajak nikah cewek, situ udah punya apa?
Ceweknya juga gitu jangan asal mau mau aja haha
Ini beda lagi sama 'kecelakaan' yang diharuskan nikah diumur mereka. Kan itu udah pilihan mereka.
Tapi kalo emang ada yang udah nikah muda terus baca ini, nggak salah juga kok nikah muda itu. Sekarang pertahanin aja rumah tangga nya, karena masih muda itu berarti masih ada ego masih labil gitu kan, saling nge-bahagia-in satu sama lain aja.
Udah segini ajaa yaa haha
Quote nya ambil dari salah satu tweet-nya iitsibarani.
"Untuk sekecil apapun bahagia yang mampu kau rasakan, syukurilah."
We keep this love in this photograph
We made these memories for ourselves
Where our eyes are never closing
Hearts were never broken
And time's forever frozen still
So you can keep me
Inside the pocket of your ripped jeans
Holding me closer 'til our eyes meet
You won't ever be alone
Apa kamu menunggu ini?
Jujur saja,
Aku tak tahu harus menulis apa, seperti biasa
Namun, sepertinya aku membuatmu kesal hari ini
Iya kan?
Maaf,
Aku benar benar tak bermaksud membuatmu begitu.
Maaf jika responku selalu tak sesuai dengan inginmu.
Kamu tahu, aku memperhatikan
Aku mendengarkan,
Namun terkadang aku tidak tahu respon apa yang harus kuberikan
Itu salah satu alasan kenapa aku sering membalas lama pesanmu
Bukan kah kamu bercerita tentang dirinya?
Oh, aku juga mulai membahasnya sekarang
Entah kenapa aku terlalu perasa, hingga sampai sekarang
Tak tahan jika mendengarnya haha
Namun aku tak apa, seperti biasa
Hari ini, mood ku tidak jelas, cuaca juga
Sedang moody parah haha
Apa lagi?
Kantor sedang kacau namun tidak begitu,
Kuliah sedang banyak tugas namun tidak banyak waktu
Aktivitas semakin banyak, semoga badan juga selalu sehat
Kamu juga sibuk bukan?
Makan yang benar, aku tidak mau kamu sakit
Tolong, jaga kesehatan ya
Cuaca sedang sangat amat tidak bersahabat
Apa aku harus mengatakan disini?
Aku sangat ingin bertemu denganmu
Sangat rindu,
Hingga memikirkan nya saja bisa membuatku menangis
Entah bagaimana caranya,
Kamu membuatku semakin tak ingin jauh
Apa yang kamu lakukan padaku?
Apa yang kamu lakukan pada hatiku?
Saat membaca apa yang kamu tulis,
Tak ada yang bisa kukatakan
Yang ingin ku lakukan hanya memelukmu
Namun,
Aku hanya dapat memelukmu didalam ingatanku
Tenang saja, aku masih mengingat jelas rasanya kau peluk
Sudah hampir jam dua belas, tidurlah
Tidurlah yang nyenyak, mimpilah yang indah
Aku mencintaimu, mencintai semua kekurangan dan masa lalumu.
My dear Tasya,
I'm so sorry that I don't celebrate our 100th day. Then again, happy belated 100th day, dear. :)
Many things already happened on our days
I shared to you many things
Even those I kept by myself, even though I'm a bit harsh, you already knew it is me and it is really no one else beside me that can do such things
We kept dreaming for the future, even though we are now busy
You are going to work and doing college almost everyday; I can say that you are really a tough woman. Like her. I doubt I can do such thing even though I am going to work and doing college as well right now.
You have read once in my book: I want to find such qualities that I found in her, that maybe unique only to her. But I want you to be better than her. I shared you everything what is our fault in our past days. It is the only way that I can redeem myself and do better things through those faults. Faults so extreme that only me and her can do such things. But now you know, and I hope you understand what I meant.
I pray for you just like anyone else that I thought is important in my life. Including her as well.
But it's already two years now, and actually the first thing when I see those photos, I am a bit shocked
And then my heart melted for a second, how those happy days returned to me
And then I remember she shouted at me at the telephone, "We have already discussed this." "No, Edwin, you can not do this thing anymore." "I do not care anymore about Edwin. Well who cares now? Siapa yang peduli sama Edwin sekarang?"
At that time I realize I am no longer with her, and now I am with you, sharing almost everyday of our life, I told you anything
It's the same way I will do to her if she came back to me, but the fate says another
I hope I regain my hope completely later, with you, so I can really say, 'My dearest Tasya'
I'm so sorry that I don't celebrate our 100th day. Then again, happy belated 100th day, dear. :)
Many things already happened on our days
I shared to you many things
Even those I kept by myself, even though I'm a bit harsh, you already knew it is me and it is really no one else beside me that can do such things
We kept dreaming for the future, even though we are now busy
You are going to work and doing college almost everyday; I can say that you are really a tough woman. Like her. I doubt I can do such thing even though I am going to work and doing college as well right now.
You have read once in my book: I want to find such qualities that I found in her, that maybe unique only to her. But I want you to be better than her. I shared you everything what is our fault in our past days. It is the only way that I can redeem myself and do better things through those faults. Faults so extreme that only me and her can do such things. But now you know, and I hope you understand what I meant.
I pray for you just like anyone else that I thought is important in my life. Including her as well.
But it's already two years now, and actually the first thing when I see those photos, I am a bit shocked
And then my heart melted for a second, how those happy days returned to me
And then I remember she shouted at me at the telephone, "We have already discussed this." "No, Edwin, you can not do this thing anymore." "I do not care anymore about Edwin. Well who cares now? Siapa yang peduli sama Edwin sekarang?"
At that time I realize I am no longer with her, and now I am with you, sharing almost everyday of our life, I told you anything
It's the same way I will do to her if she came back to me, but the fate says another
I hope I regain my hope completely later, with you, so I can really say, 'My dearest Tasya'
I put a big expectation of you - because I know, you have the ability to do it. And I will help you, from here, from afar, from 459 Km away between us. You know I will stay. Once you take my heart completely, it's yours. Do not ever waste this - Maria Theresia Claudia Tasya.From your boy


